Elephant Kind

Subtag: An Elephant Can Die from a Broken Heart-- Semenjak mengenalkan diri lewat mini album perdana di tahun 2014 bertajuk “Scenarios: A Short Film by Elephant Kind”, unit pop yang digawangi oleh Bam Mastro (vokal/gitar), Bayu Adisapoetra (Drum) dan Kevin Septanto (Bass) bisa dibilang cukup produktif dalam berkarya. Secara konsisten Elephant Kind merilis mini album keduanya di tahun 2015 dan album penuh di tahun berikutnya, kali ini butuh kurang lebih 3 tahun (2019) bagi Bam dan kawan-kawan untuk melepaskan album penuh kedua berjudul “The Greatest Ever”.

Bio

Subtag: An Elephant Can Die from a Broken Heart-- Semenjak mengenalkan diri lewat mini album perdana di tahun 2014 bertajuk “Scenarios: A Short Film by Elephant Kind”, unit pop yang digawangi oleh Bam Mastro (vokal/gitar), Bayu Adisapoetra (Drum) dan Kevin Septanto (Bass) bisa dibilang cukup produktif dalam berkarya. Secara konsisten Elephant Kind merilis mini album keduanya di tahun 2015 dan album penuh di tahun berikutnya, kali ini butuh kurang lebih 3 tahun (2019) bagi Bam dan kawan-kawan untuk melepaskan album penuh kedua berjudul “The Greatest Ever”. "An elephant can die from a broken heart,” demikian bunyinya. Selain itu, nama Elephant Kind mengilhami kekuatan binatang bergading yang masih sanggup berdiri meski telah mati itu. Dari filosofi itu, Elephant Kind mengembangkan musiknya bagi mereka yang patah hati. Musiknya seolah jadi penghibur bagi mereka yang tersakiti, tak hanya oleh cinta tapi juga yang hal lain. Karya-karya musisi dunia yang juga dari bermacam genre seperti Michael Jackson, Queen, Bon Iver, Kanye West, Sigur Ros, David Bowie, Arcade Fire, hingga Kings of Leon menjadi bukti pengaruh bermusik Elephant Kind.
Follow Us : Spotify
Photos
  Read More  

Exclusive Content
Unlock Exclusive Content

Exclusive Content
Unlock Exclusive Content

Exclusive Content
Unlock Exclusive Content

Exclusive Content
Unlock Exclusive Content